Followers

Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

Friday, April 16, 2010

Sajak??!

Sekali sekala ada terasa macam nak tulis sajak. Ini cubaan pertama setelah begitu lama tidak menulis sajak sampai tak tau nak bagi tajuk apa. =p . Komen anda amat dialu-alukan.




Masihkah kau ingat

Di saat kau keseorangan

Menempuh kegelapan yang tiada berpenghujung

Kerap juga kau tersungkur

Terperosok ke dalam lembah kehinaan yang gelita

Namun itulah kegembiraanmu

Itulah keseronokan buat dirimu




Tapi akhirnya kau tersedar

Keseronokan itu penghancur dirimu

Kegembiraan itu pemusnah segala

Kegelapan itu perosak harapan




Kemudian

Lahirlah cahaya menerangi kehidupanmu

Menunjuk jalan kebahagiaan

Maka genggamlah ia sekuat hatimu

Jangan kau biarkan ia pergi

Kerna jika ia hilang

Kembalilah kamu kepada kegelapan

Terumbang ambing tanpa tujuan

Ibarat kapal yang tiada nakhoda

Hanyut di pertengahan lautan

Akhirnya karam ditelan keganasan ombak



Saturday, January 30, 2010

What if...?

What if, Allah couldn't take the time to bless us today because we couldn't take the time to thank Him yesterday?



What if Allah decided to stop leading us tomorrow because we didn't follow Him today?



What if, we never saw another flower bloom because we grumbled when Allah sent the Rain?



What if Allah didn't walk with us today because we failed to recognize it as His day?



What if, Allah took away the Quran tomorrow because we would not read it today?



What if,Allah took away His message because we failed to listen to the messenger?



What if, the door of the Mosque was closed because we did not open the door of our heart?



What if, Allah stopped loving and caring for us because we failed to love and care for others?



What if, Allah would not hear us today because we would not listen to Him?



What if, Allah answered our prayers the way we answer His calls .



What if, Allah met our needs the way we give Him our lives???


Thursday, January 28, 2010

Kawan, Teman dan Sahabat

Kata nenek

Sahabat itu umpama cermin

Lihatlah dirimu padanya

Andai ingin kau nilai peribadi dan lakumu


Kata ayah

Sahabat itu umpama landasan

Yang akan mejadi susurmu

Menuju kesempurnaan


Kata ibu

Sahabat itu umpama bintang-bintang

Yang bisa kau jadikan pedoman

Buat merentasi lautan kehidupan


Kata pendita

Sahabat itu umpama dian
Yang menyuluh gelap jalanmu

Menerangi dunia dukamu


Kata orang

Tiada yang sempurna pada diri kita

Andai tiada yang menyempurnakannya

Sudah menjadi lumrah

Begitulah manusia

Manakan dapat lari dari fitrah kejadiannya


Kata hati

Siapalah yang bisa disandarkan kepercayaan

Merangkai kejujuran

Menganyam keikhlasan

Andai kekeliruan masih tetap

Membelengu jiwa


Kata iman

Tanyalah diri

Renungilah ketentuanNya

Pasti kau ketemu sahabat yang sejati

Tuesday, November 24, 2009

SANAH HELWA!!


Rasanya, ada yang tertanya-tanya apa maksudnya tajuk entri kali ni. Tapi, mungkin ramai juga yang tahu, maklumlah ungkapan ini memang tersangat masyhur di Mesir. Selain dari 'Sanah Helwa', ucapan 'Eid Milad Sa'id' juga sesuai bila tiba masanya. Ceh3, merapu pulak kali ni. Sebenarnya, yang nak diceritakan kat sini, hari ni ; 25 November 2009, genaplah umurku 23 tahun. agak tua jugak aku ni ek.. huhu..

كل اللى فات من عمرى فات
ومش بايدنا نرجعه
خلينا اكتر فى اللى جاى
مبقاش فى وقت نضيعه


Saya amat tertarik dengan sajak ini dan memang sesuai untuk mereka yang menyambut hari lahir. Maksudnya adalah sebegini :

Setiap yang sudah berlalu, telah berlalu
Dan kita tidak mampu untuk merubahnya,
Marilah kita berusaha untuk masa yang mendatang

Tiada lagi waktu untuk dibuang

Jadi, renung-renungkan dan selamat beramal! :p Oh ya! Tak dilupakan juga ucapan Sanah Helwa @ Selamat Hari Lahir kepada ahli ghurfahku; Mohd Faizul Akmal Zainuddin dan juga sahabatku; Asfizuamry Abdul Majid yang sama-sama dilahirkan ke dunia pada 25 November 1986.

Thursday, October 29, 2009

Forgive us when we whine..

Today, upon a bus I saw a girl with golden hair,

And in my heart I wished that I was just as fair,

When suddenly she rose to leave, I saw her hobble down the aisle,

She had one leg and wore a crutch, but as she passed, a smile,

Oh Allah, Oh Allah, forgive me when I whine,

I have two legs to walk upon and the world is mine.


I stopped to buy some candy; met a boy who had such charm,

We talked, he seemed so happy, if I were late, it do no harm,

And as I left, he said to me, ‘Thank you, you’ve been so kind,

It’s nice to talk with folks like you, you see, he said, ‘I’m blind’,

Oh Allah, Oh Allah, forgive me when I whine,

I have two eyes to see the world and the world is mine.


Later that day on my way, I saw a boy with eyes of blue,

He watched the other children play; he did not know what to do,

I stopped a moment, then I said, ‘Why don’t you join the others, dear?’,

He kept on looking straight ahead and then I knew he could not hear,

Oh Allah, Oh Allah, forgive me when I whine,

I have two ears to hear the world and the world is mine.


With legs to take me where I’d go,

With eyes to see the sunset glow,

With ears to hear what I’d know,

Oh the world is mine.


I stopped for a moment, just look how much I have,

Everywhere, in all our lives, these are his signs,

Oh Allah, Oh Allah, forgive me when I whine,

I have been blessed indeed and the world is mine.


Copy and paste from http://kompliziertme.blogspot.com/

Related Posts with Thumbnails